MAKNA NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA

Authors

  • Akhmad Idris STKIP Bina Insan Mandiri
  • Apsari Fajar Prihantini STKIP Bina Insan Mandiri

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v17i1.689

Keywords:

Meaning, Hajj Name, Madura Ethnics, dan increase

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai lanjutan atas hasil penelitian sebelumnya tentang bentuk-bentuk nama haji pada etnik Madura yang cenderung berupa nama-nama Nabi dalam Islam (Idris, 2018). Setelah dianalisis lebih jauh, nama-nama haji yang telah terkumpul menunjukkan makna yang mengalami peningkatan dari nama sebelum berhaji. Atas dasar itulah, penelitian lanjutan ini ditujukan untuk mendeskripsikan peningkatan makna semantis nama-nama haji yang telah ditemukan dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan sumber data berupa bentuk-bentuk nama haji pada etnik Madura berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Data dikumpulkan menggunakan teknik pustaka karena penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari hasil penelitian sebelumnya yang telah dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna nama haji mengalami peningkatan dari nama sebelumnya dan memiliki keterkaitan makna antara nama sebelum berhaji dengan nama haji. Nama haji yang mengalami peningkatan secara semantik terbagi menjadi empat, yakni a) peningkatan menjadi nama-nama nabi dan keluarganya, b) peningkatan menjadi asmaul husna, c) peningkatan menjadi nama surga, dan d) peningkatan menjadi nama-nama istilah keagamaan. Selain mengalami peningkatan secara semantik, nama-nama haji tersebut juga memiliki hubungan antarmakna dengan nama sebelum berhaji. Terdapat lima bentuk hubungan antarmakna, yaitu 1) sinonimi, 2) antonimi, 3) hipernimi dan hiponimi, 4) penjaminanan makna, dan 5) homonimi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almos, R., Bahren, Alamanda, Z., & Reniwati. (2009). Makna Nama Diri Pada Masyarakat Minangkabau.

Chaer, A. (2009). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Cresswell, J. W. (2010). Research Design Pendekatan Kualitatif,Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar.

Hefni, M. (2007). Bhuppa’-Bhabu’-Ghuru-Rato. KARSA: Journal of Social and Islamic Culture, XI, 12–20.

Idris, A. (2018). NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA (Hajj Name in Madura Ethnic). 15(c), 67–78.

Jaenudin. (2013). Nama Perkakas Berbahan Bambu dalam Bahasa Sunda di Desa Parapatan, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang (Kajian Ekolinguistik).

Lieberson. (1982). Matter of Taste: How Names, Fashion, and Culture Change. Gale Group.

Parera, J. . (2004). Teori Semantik. Erlangga.

Saussure, F. de. (1993). Pengantar Linguistik Umum (Harimurti Kridalaksana (ed.)). Gadjah Mada University Press.

Sibarani, R., & Tarigan, H. G. (1993). Makna Nama dalam Bahasa Nusantara. Bumi Siliwangi.

Ullman, S. (2012). Pengantar Semantik. Pustaka Pelajar.

Verhaar, J. W. . (2010). Asas-asas Linguistik Umum. Gadjah Mada University Press.

Widodo, S. T. (2013). Konstruksi Nama Orang Jawa Studi Kasus Nama-Nama Modern Di Surakarta. Humaniora, 25(1), 82–91. https://doi.org/10.22146/jh.1815

Published

2023-07-07

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 1897 times