SUARA-SUARA PEREMPUAN DARI TIMUR INDONESIA: REFLEKSI ATAS BELENGGU PATRIARKI DALAM ISINGA DAN TARIAN BUMI

Authors

  • Faris Alaudin Departemen Ilmu Susastra, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26499/mab.v16i2.595

Keywords:

novel; patriarki; suara perempuan

Abstract

Dorothea Rosa Herliany dan Oka Rusmini muncul sebelum geger kelahiran sastra wangi dengan membawa narasi problematik kesetaraan gender melalui Isinga (2015) dan Tarian Bumi (2007). Baik Isinga maupun Tarian Bumi menampilkan warna lokalitas perempuan timur Indonesia. Irewa, tokoh utama perempuan dalam Isinga, mewakili suara perempuan Papua, sedangkan Telaga, tokoh utama perempuan dalam Tarian Bumi, menjadi wakil dari suara perempuan Bali. Penelitian ini berupaya untuk membaca praktik-praktik ketidakadilan gender berbasis pranata sosial yang diterima oleh tokoh perempuan dalam dua novel tersebut. Isinga dan Tarian Bumi dikaji lebih jauh dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan kritik sastra feminis, terutama terkait dengan bias gender yang memosisikan perempuan sebagai yang inferior. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Melalui analisis secara deskriptif analitis, Isinga dan Tarian Bumi menampilkan perasaan-perasaan tokoh utama perempuan yang terkungkung dalam budaya patriarki. Dengan begitu, melalui Irewa dan Telaga, Herliany dan Rusmini tengah berusaha menyuarakan isi hati perempuan yang selama ini terkungkung oleh kultur patriarki.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aveling, H.. (2010). “Outcaste by Choice: Traditional Legends and Gendered Power in a Short Story by Oka Rusmini.” Portal 7(2):1—17. DOI:10.5130/portal.v7i2.1416.

Barbara, H. (2008). “Postkolonialitas dan Perempuan dalam Sastra Indonesia Modern.” Hlm. 175—225 dalam Sastra Indonesia Modern Kritik Postkolonial: Edisi Revisi ‘Clearing a Space,’ K. Foulcher dan T. Day. (Peny.). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan KITLV Jakarta.

Budianta, M., Husen, I. S., Budiman, M., dan Wahyudi, I. (2002). Membaca Sastra: Pengantar Memahami Sastra untuk Peguruan Tinggi. Magelang: Indonesia Tera.

Budiman, A. (1982). Pembagian Kerja secara Seksual: Sebuah Pembahasan Sosiologis tentang Peran Wanita di dalam Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Budiman, M. (2013). “Suara-Suara dari Tepian Negeri.” Kalam 25:1—29.

Budiman, M. (2005). “Ketika Perempuan Menulis.” Hlm. 1—24 dalam Srinthil 8. Bogor: Kajian Perempuan Desantara dan Ford Foundation.

Damono, S. D. (1978). Sosiologi Sastra: Pengantar Ringkas. Tangerang Selatan: Editum.

Djajanegara, S. (2000). Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Foulcher, K. dan Day, T. (Ed.). (2008). Sastra Indonesia Modern Kritik Postkolonial: Edisi Revisi ‘Clearing a Space’. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan KITLV Jakarta.

Gadis, A. (2006). Feminisme: Sebuah Kata Hati. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Herliany, D.R. (2015). Isinga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Humm, M. (1990). The Dictionary of Feminist Theory. Columbus: Ohio State University Press.

Ihromi, T.O. (1975). “Wanita sebagai Penerus Nilai-Nilai kepada Generasi Muda.” Prisma 5.

Kleden, I. (1998). “Fakta dan Fiksi tentang Fakta dan Fiksi: Imajinasi dalam Sastra dan Ilmu Sosial.” Kalam 11:5—35.

Koesnosoebroto, S. B. (2010). “Membaca Oka Rusmini.” Suara Karya.

Mahayana, M. S. (2007). Ekstrinsikalitas Sastra Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Mahayana, M. S. (2005). Sembilan Jawaban Sastra Indonesia: Sebuah Orientasi Kritik. Jakarta: Bening Publishing.

Mantik, M. J. K. (2006). Gender dalam Sastra: Studi Kasus Drama Mega-Mega. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Marching, S. T. (2007). “Descriptions of Female Sexuality in Ayu Utami’s Saman.” Journal of Southeast Asian Studies 38(1):133—146. DOI:10.1017/S0022463406000968.

Mariana, A. (2004). “Perempuan, Seks, dan Teks: Sastra yang Berbicara.” Media Indonesia, 8.

Moore, H. L. (1998). Feminisme dan Antropologi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.

Prabasmoro, A. P. (2004). Kajian Budaya Feminis: Tubuh, Sastra, dan Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.

Rampan, K. L. (2000). Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sarumpaet, R. K. T. (Ed.). (2007). Susastra 2. Jakarta: Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia dan Metafor Publishing.v8

Subono, N. I. (2003). “‘Civil Society’, Patriarki, dan Hegemoni.” Civic 1(2):27—36.

Suryanata, J. T. (2018). “Perempuan, Sastra, Religiusitas: Perspektif (Bukan) Feminis.” Horison.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Utami, A. (1998). Saman. Jakarta: PT Kepustakaan Populer Gramedia.

Wahyudi, I. (2005). “Wanita Pengarang di Indonesia Kini: Sebuah Dominasi Semu.” Hlm. 1—23 dalam Susastra 2(1), R. K. T.

Sarumpaet (Ed.). Jakarta: Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia dan Metafor Publishing.

Walliman, N. (2011). Research Methods: The Basics. New York: Routledge.

Published

2022-12-29

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 73 times