CITRA PEREMPUAN DALAM TIGA CERITA RAKYAT PESISIR UTARA JAWA TIMUR

Authors

  • Dara Windiyarti Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Pardi Suratno Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Derri Ris Riana Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Erlinda Rosita Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI:

https://doi.org/10.26499/mab.v16i2.548

Keywords:

cerita rakyat; citra; tokoh perempuan; feminisme

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra perempuan dalam tiga cerita rakyat pesisir utara Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan feminisme. Sumber data adalah tiga cerita rakyat dari pesisir utara Jawa Timur yaitu Sri Huning, Panji Laras Panji Liris, dan Nyai Ageng Tumengkang Sari. Data dalam penelitian ini berupa uraian dan dialog yang berkaitan citra tokoh perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga cerita rakyat tersebut menggambarkan dua bentuk citra perempuan, yaitu citra diri dan citra sosial. Citra diri perempuan dari aspek fisik dicitrakan sebagai perempuan cantik yang digambarkan melalui tokoh Nyai Ageng Tumengkang Sari. Citra perempuan cantik dan perkasa digambarkan melalui tokoh tokoh Dewi Andawangi, Dewi Andansari, dan Sri Huning. Dari aspek psikis, keempat tokoh itu dicitrakan sebagai perempuan baik.  Citra sosial perempuan, dicitrakan sebagai perempuan tegas yang digambarkan melalui tokoh Dewi Andanwangi, Dewi Andansari, dan Nyai Ageng Tumengkang Sari. Citra perempuan pemberani, dicitrakan melalui tokoh Dewi Andanwangi, Dewi Andansari, dan Sri Huning.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budianta, M. (2002). Pendekatan Feminis Terhadap Wacana Sebuah Pengantar. In F. H. Aninuddin, Analisis Wacana Dari Linguistik Sampai Dekonstruksi (pp. 199--229). Yogyakarta: Penerbit Kanal.

Danadjaya, J. (1991). Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Djajanegara, S. (2000). Kritik Sastra Feminis Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Herawati, A. (2020). Kedudukan Wanita di Masa Nusantara. Retrieved from Terminal: https://mojok.co/terminal/kedudukan-wanita-di-masa-nusantara-kuno/

Husna, T., & Nurelideb. (2018). Citra Perempuan dalam Cerita Rakyat Kerajaan Mursela Legenda Putri Runduk. Medan Makna, 106--116.

Kartono, K. (1992). Psikologi Wanita. Bandung: Alumni.

Maleong, L. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Munaker, A. (2021, Desember 11). Ternyata Perempuan di Masa Majapahit Lebih Bebas Berekspresi. Retrieved from National Geographic Indonesia: https://nationalgeographic.grid.id/read/133034141/ternyata-perempuan di-masa-majapahit-lebih-bebas-berekspresi?page=all

Pudentia. (1998). Metodelogi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Obor.

Putra, A., & Alias. (2018). Citra Perempuan dalam Cerita Rakyat Waindho-Indhodhiyu pada Masyarakat Wakatobi. Etnoreflika, 20--29.

Qur'ani, H. (2021). Citra Tokoh Perempuan Dalam Cerita Rakyat Jawa Timur. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 176--187.

Ratna, N. K. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rohmadi, M., & Nasucha, Y. (2015). Dasar-Dasar Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. Surabaya: Pustaka Briliant.

Sugihastuti. (2000). Wanita di Mata Wanita. Bandung: Nuansa.

Suharno, A. (1985). Srihuni Mustika Tuban. Surabaya: Sinar Wijaya.

Sungkowati, Y. (2011). Antologi Cerita Rakyat Jawa Timur. Sidoarjo: Balai Bahasa Surabaya.

Widodo, D., & Nurcahyo, H. (2014). Sang Gresik Berceita, Kisah-Kisah Kearifan Lokal Gresik Tempo Dulu. Gresik: PT. Smelting bekerja sama dengan Matasegar.

Wiyatmi. (2012). Kritik Sastra Feminis Teori dan Aplikasinya dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta : Penerbit Ombak.

Published

2022-12-29

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 61 times