MAKNA BAHASA FIGURATIF DAN SIMBOL PADA LIRIK LAGU TARI MAENA PERNIKAHAN MASYARAKAT NIAS

Authors

  • David Perwira Nasrani Laia Universitas Warmadewa
  • Agus Darma Yoga Pratama Universitas Warmadewa

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v17i1.630

Keywords:

Tari Maena, Bahasa Figuratif, Makna, Simbol

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja jenis-jenis bahasa figuratif yang terkandung dalam setiap lirik lagu tari maena pernikahan masyarakat Nias dan mengungkap makna simbol yang terdapat pada pertunjukan tari maena di pernikahan masyarakat Nias. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari rekaman video lagu tari maena pernikahan dalam album Rusdi Group (Tarian Maena Nias/Ono Niha) serta tiga orang informan. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan lima jenis bahasa figuratif dalam lirik lagu tari maena pernikahan masyarakat Nias, yaitu metafora, perbandingan/simile, hiperbola, ironi, dan paradoks. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa majas hiperbola lebih dominan digunakan dalam lirik lagu tari maena pernikahan karena kebiasaan masyarakat Nias yang selalu melebih-lebihkan dengan mengungkapkannya secara implisit dan simbol-simbol dalam pertunjukan tari maena sudah mengalami pergeseran makna. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi pedoman bagi peneliti selanjutnya dalam mengkaji bahasa figuratif dalam tradisi lisan lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdin, N., S. Z., & K. Y. (2019). Maksim Kesantunan dalam Dialog ILC Episode “Anas Siap Digantung di Monas. Jurnal Pendidikan Bahasa, 8(2), 51–61.

Abrams, M. H. (1981). Teori Pengantar Fiksi. Hanindita.

Brown, L. (2001). A Grammar of Nias Selatan. Sydney: University of Sydney.

Chaer, A. (2013). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Frost. (2012). http://www.frostfriends.org/figurative.html.

Harder. (2011). http://www.42explore.com/figlang.html.

Keraf, G. (2000). Diksi dan Gaya Bahasa. Rinneka Cipta.

Khalid, S, N, M., Yaakob, N, A., Hamzah, Z, A, Z. (2017). Makna Siratan Bahasa Figuratif dalam Cerpen Melayu Karya Lim Swee Tin. Journal of Business and Social Development, 5 (2), 75-94.

Kridalaksana, H. (1983). Fungsi dan Sikap Bahasa. Penerbit Nusa Indah.

Ntelu, A., Hinta, E., Yasin, Y., Supriyadi. (2020). Bahasa figuratif dalam puisi-puisi karya Chairil Anwar. Jurnal Bahasa dan Sastra, 21 (1), 41 – 56.

Perrine, L. (1987). Literature, Structure, Sound, and Sense. Harcourt Brace Jovanovich.

Purnamasari, R. (2021). Phonemes /mb/ and /kh/ on the Syllable Pattern of KV of South Nias Language. Unpublished Thesis.

Saliba, J. A. (1976). Honto Religiostts’ in Mircen Elisde. E. J. Brill.

Sudaryat. (2009). Makna dalam Wacana (Prinsip-prinsip Semantik dan Pragmatik). Yrama Widya.

Tarigan, H. G. (2015). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa.

Waluyo, H. J. (2011). Pengkajian dan Apresisasi Prosa Fiksi. Sebelas Maret University Press.

Yulianti, N, K, D. (2021). Bahasa Figuratif dalam Pertunjukan Wayang Kulit Cenk Blonk dengan Lakon “Secercah Cahaya dalam Kegelapan Malam”. Prosiding Seminarnasional Linguistik dan Sastra (Semnalisa), 1 (1), 52-59.

Published

2023-07-07

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 2091 times