BENTUK AKSEPTASI MIMIKRI NOVEL CRITICAL ELEVEN KARYA IKA NATASSA

Authors

  • Hilma Nurullina Fitriani STID Sirnarasa Ciamis
  • Saharul Hariyono Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v17i1.614

Keywords:

poskolonial, mimikri, critical eleven

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk mimikri dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan poskolonial. Pendekatan poskolonial merupakan teori kritis yang mengungkapkan jejak-jejak kolonial dalam teks sastra. Pendekatan ini relevan digunakan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kolonialisasi di negara-negara jajahan. Sumber data primer diperoleh dari novel Critical Eleven. Sementara itu, data skunder diperoleh dari jurnal, laporan penelitian, dan buku-buku yang memiliki relevansi dengan masalah penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif. Analisis ini meliputi empat langkah, yaitu (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) data presentasi, dan (4) simpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk-bentuk mimikri dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa, di antaranya adalah (1) ilmu pengetahuan, (2) mata pencaharian hidup, (3) sistem teknologi dan perlengkapan hidup manusia, (4) bahasa, (5) gaya hidup, dan (6) ide gagasan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, W. T. (2018). Code switching in Critical Eleven novel. Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching, 2(1), 39–57. https://doi.org/10.31002/metathesis.v2i1.514.

Artawan, I. G. (2015). Mimikri dan stereotipe kolonial terhadap budak dalam novel-novel Balai Pustaka. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(1). https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v4i1.4926.

Bhabha, H. (1984). Of mimicry and man: The ambivalence of colonial discourse. October, 28, 125–133. https://doi.org/10.2307/778467.

Bhabha, H. K. (2012). The location of culture (2nd ed.). Routledge.

Faruk, H. T. (2001). Beyond imagination: Sastra mutakhir dan ideologi. Gama Media.

Foulcher, K., & Day, T. (2006). Clearing a space: Kritik pasca kolonial tentang sastra Indonesia modern. Yayasan Obor Indonesia KITLV.

Gul, H., Noor, R. bin, & Singh, H. K. J. (2016). Hybridity in Bapsi Sidhwa’s an American Brat. 3L, Language, Linguistics, Literature, 22(1).https://doi.org/10.17576/3L-2016-2201-11.

Hartono, H. (2017). Mimikri dan hibriditasi dalam novel Burung-Burung Manyar karya YB Mangunwijaya. PIBSI XXXIX. http://eprints.undip.ac.id/58984.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage publications.

Nasri, D. (2016). Ambivalensi kehidupan tokoh Larasati dalam roman Larasati karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian pascakolonialisme. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 7(1), 25–36. https://doi.org/10.31503/madah.v7i1.108.

Natassa, I. (2016). Critical Eleven (2nd ed.). PT Gramedia Pustaka Utama.

Paden, W. (2001). Universals revisited: human behaviors and cultural variations. Numen, 48(3), 276–289. https://www.jstor.org/stable/3270608.

Rakhman, A. K. (2014). Ambivalensi nasionalisme dalam cerpen “Clara Atawa Wanita yang Diperkosa” karya Seno Gumira Ajidarma: Kajian poskolonial. Poetika, 2(2). https://doi.org/10.22146/poetika.v2i2.10409.

Ramin, Z., & Roshnavand, F. N. (2017). Mimicry of Stowe’s Uncle Tom’s Cabin and the formation of resistant Slave Narrative in Ishmael Reed’s flight to Canada. GEMA Online Journal of Language Studies, 17(4). https://doi.org/10.17576/gema-2017-1704-16.

Said, E. W. (2003). Orientalism: Western concept of the orient (3rd ed.). Penguin Classic.

Soekiman, D. (2000). Kebudayaan Indis dan gaya hidup masyarakat pendukungnya di Jawa, (abad XVIII-medio abad XX). Yayasan Bentang Budaya.

Spivak, G. C. (2015). Can the subaltern speak? In Colonial discourse and post-colonial theory (pp. 66–111). Routledge.

Taufiqurrohman, M. (2018). Frantz Fanon: Kebudayaan dan kekuasaan (1st ed.). Resist Book.

Published

2023-07-07

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 1890 times