Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan dalam Ontologi Cerita Pendek Bingkisan Petir Karya Korrie Layun Rampan, Ed

Authors

  • Randa Anggarista Universitas Qamarul Huda Badaruddin

DOI:

https://doi.org/10.26499/mab.v15i1.451

Keywords:

kearifan lokal, dayak, dan sosiologi sastra

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan perspektif sosiologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa teks yang mengacu pada rumusan masalah tentang bentuk kearifan lokal Suku Dayak Kalimantan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu ontologi cerpen Bingkisan Petir karya Korrie Layun Rampan, Ed., yang diterbitkan pada tahun 2005. Instrumen dalam penelitian ini yaitu penulis yang berorientasi pada penelitian tentang bentuk kearifan lokal Suku Dayak Kalimantan dalam ontologi cerpen Bingkisan Petir karya Korrie Layun Rampan. Adapun uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan validitas semantis yang berorientasi pada kedalaman proses interpretasi, ketepatan, dan kecermatan analisis berdasarkan perspektif yang digunakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca, catat dan kepustakaan.  Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ontologi cerpen Bingkisan Petir karya Korrie Layun Rampan, Ed., ditemukan adanya representasi kearifan lokal Suku Dayak Kalimantan, yaitu pertama, kearifan lokal pada sistem kesenian berupa musik sampe serta tari nyelamai sakai. Kedua, kearifan lokal pada sistem bahasa berupa bahasa lokal (bahasa ibu) yaitu bahasa banjar. Ketiga, kearifan lokal pada sistem teknologi berupa ketinting sebagai alat transportasi air. Keempat, kearifan lokal pada sistem kepercayaan yang menganut sistem anchestral belief dan the one God. Kelima, kearifan lokal pada sistem mata pencaharian hidup dengan menerapkan sistem perkebunan di tengah kawasan hutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Irwan. 2010. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan (hlm. 7-8). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abrams, M. 1981. A Glossary of Literary Terms (hlm. 145, 288, 288). New York: Holt, Rinehart, and Winston.

Anggarista, R. 2020a. Lokalitas Benuaq Kalimantan Dalam Novel Api Awan Asap Karya Korrie Layun Rampan. Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 16 (1), hlm. 47-56.

Anggarista, R. 2020b. Representasi Masyarakat Mbojo Dalam Cerpen La Riru Karya Mas’oed Bakry. PENAOQ: Jurnal Sastra, Budaya dan Pariwisata, 1 (1), hlm. 1–8.

Faruk. 2015. Pengantar Sosiologi Sastra (hlm. 3). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Khalish, Murtaza Azizah., et all. 2016. Pengaruh Alunan Musik Sampeq Sebagai Terapi Stres. Psikostudia: Jurnal Psikostudia Universitas Mulawarman, 5 (1), hlm. 19-28.

Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan (hlm. 11). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Korrie Layun Rampan., E. 2005. Bingkisan Petir (hlm. 1, 1, 6, 16, 16, 24, 25, 27, 29, 30, 72, 84). Yogyakarta: Matahari.

Ratna, N. K. 2013. Paradigma Sosiologi Sastra (hlm. 2). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sibarani, Robert. 2012. “Folklor sebagai Media dan Sumber Pendidikan: Sebuah Ancangan Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Siswa Berbasis Nilai Budaya Batak” dalam Kearifan Lokal: Hakekat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan (hlm. 22). Yogyakarta: Lontar.

Teeuw, A. 1980. Tergantung Pada Kata (hlm. 11). Jakarta: Pustaka Jaya.

Wiyatmi. 2013. Sosiologi Sastra (hlm. 5).Yogyakarta: Kanwa Publisher .

Published

2021-06-30

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 124 times