Representasi Krisis Ekologi dalam Novel Luka Perempuan Asap Karya Nafi’ah Al-Ma’rab: Kajian Ekokritik

Authors

  • M. Busairi UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
  • Tengsoe Tjahjono UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
  • Haris Supratno UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

DOI:

https://doi.org/10.26499/mab.v15i1.449

Keywords:

Representation, Ecological Crisis, Ecocritic

Abstract

Krisis ekologi merupakan fenomena yang penting untuk dikaji agar masyarakat sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan. Oleh sebab itu, representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab merupakan salah satu cara menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Novel tersebut menggambarkan permasalahan krisis ekologi di Riau, seperti kebakaran hutan, kabut asap, pencemaran, kekeringan, serta pemanasan global sebagai akibat dari pembukaan lahan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab. Kajian ekokritik menjadi landasan dasar dalam penelitian krisis ekologi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian, yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Langkah-langkah dalam analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Adapun hasil penelitian bentuk representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab yang menggunakan kajian ekokritik ini, yakni (1) krisis ekologi terjadi pada pencemaran tanah dan udara akibat adanya pembakaran hutan yang menimbulkan kabut asap serta tercecernya minyak di area perkebunan kelapa sawit, (2) kerusakan hutan terjadi karena adanya pembukaan lahan kelapa sawit, (3) bencana kekeringan di berbagai daerah karena hutan telah gundul dan minimnya daerah resapan, (4) permukiman penduduk semakin menyempit akibat pembukaan lahan kelapa sawit, (5) pembukaan lahan kelapa sawit mengakibatkan banyak hewan yang punah, dan (6) kondisi bumi semakin panas, tanah mulai kering dan retak, kekurangan sumber air, serta terjadinya kabut asap di mana-mana. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab merupakan novel bergenre sastra hijau yang menyampaikan kepedulian terhadap lingkungan alam. Penelitian yang menggunakan pendekatan ekokritik ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi krisis ekologi. Tidak kalah penting, penelitian ini juga bisa menjadi bahan referensi bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah pada pembelajaran analisis teks sastra berbasis lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Ma’rab, N. 2017. Luka Perempuan Asap. Solo: Tiga Serangkai.

Endraswara, S. 2016a. Ekokritik Sastra: Konsep Teori dan Terapan. Yogyakarta: Morfalingua.

Endraswara, S. 2016b. Metode Penelitian Ekologi Sastra. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service).

Garrard, G. 2012. Ecocriticism (Second Edi). London and New York: Routledge.

Glotfelty, C. dan H. F. 1996. The Ecocriticism Reader Landmarks in Literary Ecology.

Harsono, S. 2008. Ekokritik: Kritik Sastra Berwawasan Lingkungan. Kajian Sastra, 32(1), 31–50. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id

Hartley, J. 2020. Communication, cultural and media studies: The key concepts (fifth edit). London: Routledge.

KBBI. 2016. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Retrieved February 14, 2021, from https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Keraf, A. S. 2010. Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Nusantara, PT Kompas Media.

Kharismadani, Juanda, H. 2020. Representasi Alam dalam Novel Altitude 3676 Takhta Mahameru Karya Azzura Dayana: Tinjauan Ekokritik. Neologia: Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 36–45. Retrieved from http://ojs.unm.ac.id/neologia

Leni, R. E., Surbakti, A., & Nasution, S. N. 2015. Representasi Masyarakat Pincalang Menghadapi Era Modernisasi Dalam Novel Pincalang Karya Idris Pasaribu. Jurnal Kajian Linguistik, 12(1), 138–160. Retrieved from https://bit.ly/39SC0KT

Mudhoffir, A. M. 2011. Krisis Ekologi dan Ancaman bagi Kapitalisme. MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi, 16(1), 93–102. https://doi.org/10.7454/mjs.v16i1.4874

Nirwana, R. S. E. 2020. Representasi Kesadaran Budaya Lokal Perupa Dalam Penciptaan Karya Seni dan Desain di Era Kontemporer. Pasuruan: Qiara Media.

Ratna, N. K. 2003. Sastra dan sejarah : Rekonstruksi fiksional dan faktual. Surakarta: FSSR UNS.

Ritmadanti Ariputri, Juanda, S. S. S. 2019. Persoalan Ekologis dalam Novel Kesturi dan Kepodang Kuning Karya Afifah Afra: Suatu Kajian Ekokritik Greg Garrard (Universitas Negeri Makassar). Retrieved from http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/13739

Sudikan, S. Y. 2016. Ekologi Sastra. Lamongan: CV. Pustaka Ilalang Group.

Syamsudin, M. 2017. Krisis Ekologi Global Dalam Perspektif Islam. Jurnal Sosiologi Reflektif, 11(2), 83. https://doi.org/10.14421/jsr.v11i2.1353

Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Published

2021-06-30

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 141 times