Stigma Perempuan Lajang dan Perkawinan dalam Metropop 90 Hari Mencari Cinta Karya Ken Terate

Authors

  • Tania Intan Universitas Padjadjaran
  • Susi Machdalena Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.26499/mab.v15i1.448

Keywords:

stigma, perempuan lajang, perkawinan, metropop

Abstract

Budaya patriarki telah membuat perempuan didorong untuk bersegera menjadi istri dan ibu dalam sebuah keluarga, sehingga ia lebih dihargai sebagai anggota masyarakat yang utuh. Fenomena ini masih berlangsung dalam situasi aktual, sebagaimana tercermin dalam sejumlah novel populer. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari stigma perempuan lajang dan perkawinan di dalam metropop 90 Hari Mencari Suami (2019) karya Ken Terate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan dengan teknik simak-catat. Data selanjutnya diklasifikasi, diinterpretasi, dan dikaji. Landasan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah perspektif sosiologis dan kritik sastra feminis dari Beauvoir dan Humm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel 90 Hari Mencari Suami: (1) kelajangan merupakan hal yang tidak wajar terjadi pada perempuan dewasa sehingga muncul mitos dan stigma yang mendorongnya untuk segera menikah. Protagonis perempuan membuktikan bahwa mitos itu tidak benar dan memutuskan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. (2) Perkawinan tidak seharusnya terjadi karena perasaan takut melainkan didasari oleh kesadaran penuh untuk menjalaninya. Perkawinan yang ideal adalah yang memposisikan perempuan dan laki-laki dalam kedudukan setara.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Tania Intan, Universitas Padjadjaran

Departemen Susastra dan Kajian Budaya

References

Beauvoir, S. d. 2016. Second Sex: Fakta dan Mitos. Jakarta: PT. Buku Seru.

Djajanegara, S. 2003. Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Fahmi, R. F. A., R. . 2020. Kesetaraan Perempuan dan Polemik Budaya Patriarkal dalam Novel Cinta Suci Zahrana. Deiksis, 7(1), 36-45.

Greitemeyer, T. 2009. Stereoptypes of Singles: Are singles what we think? European Journal of Social Psychology, 39, 368-383.

Humm, M. 2007. Ensiklopedia Feminisme (M. Rahayu, Trans.). Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.

Hurlock, E. B. 1990. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Intan, T. 2020. Resiliensi Perempuan Lajang dalam Metropop Ganjil-Genap Karya Almira Bastari. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(1), 47-65.

Intan, T. 2021. Perempuan Lajang dan Perjodohan dalam Novel Jodoh Terakhir Karya Netty Virgiantini. Alinea: Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajaran, 10(1), 1-14.

Intan, T., Elga Ahmad Prayoga. 2021. Strategi Kebertahanan Perempuan Lajang dalam Novel Cincin Separuh Hati Karya Netty Virgiantini. Fonema: Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 1-17.

Major, B., O’Brien, L.T. 2005. The Social Psychology of Stigma. Annual Review of Psychology, 56(393-421).

Mami, L. S. 2015. Harga Diri, Dukungan Sosial, dan Psychological Well Being Perempuan Dewasa yang Masih Lajang. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 4(3), 216-224.

Septiana, E., Syafiq, M. 2013. Identitas “Lajang” (Single Identity) dan Stigma: Studi Fenomenologi Perempuan Lajang di Surabaya. Jurnal Psikologi Teori & Terapan, 4(1), 71-86.

Taylor, A. 2012. Single Women in Popular Culture: The Limits of Post-feminism. New York: Palgrave Macmillan.

Terate, K. 2019. 90 Hari Mencari Suami. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Widianti, N. R., S.A.; Labibah, S.; Solihin, N. 2020. Representasi Perjuangan Perempuan dalam Novel Wedding Agreement karya Mia Chuz. Muwazah Jurnal Kajian Gender, 12(1), 53-70.

Wijayanti, E. 2019. Ulasan Novel 90 Hari Mencari Suami Karya Ken Terate. https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/4137919/ulasan-novel-90-hari-mencari-suami-karya-ken-terate diakses tanggal 14 September 2020

Wiyatmi. 2012. Kritik Sastra Feminis: Teori dan Aplikasinya dalam Sastra. Yogyakarta: Ombak.

Published

2021-06-30

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 107 times