Maka: Antara Fakta dan Tata Bahasa dalam Bahasa Indonesia

Authors

  • Umi Kulsum Universitas Padjadjaran
  • Cece Sobarna
  • Tajudin Nur
  • Wagiati Wagiati

DOI:

https://doi.org/10.26499/mab.v15i1.445

Keywords:

maka; konjungtor; bahasa Indonesia

Abstract

Banyaknya pemakaian maka dalam kondisi berbahasa Indonesia sekarang bertolak belakang dengan kajian atau bahasan mengenai maka. Tidak ditemukan tulisan pakar yang membahas maka secara terperinci, termasuk dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang hanya menyebutkan maka sebagai konjungtor subordinatif hasil. Uraian mengenai maka yang agak lengkap justru ditemukan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta yang sudah cukup lama terbit. Tulisan ini mencoba mengamati maka dari sisi kenyataan (fakta) yang ada dan dari sisi tata bahasa. Maka dalam tulisan ini ditinjau atas perilaku sintaksis, makna, dan bentuknya. Berdasarkan perilaku sintaksis dan makna, maka yang mengikuti anak kalimat mempunyai frekuensi kemunculan yang paling banyak (jika…, maka….). Batas maka sebagai konjungtor antarkalimat dan konjungtor antarklausa sangat tipis, apalagi dalam ragam lisan. Berdasarkan bentuknya dapat dinyatakan bahwa sebagian besar maka merupakan konjungsi dasar (tidak bergabung dengan bentuk lain). Akan tetapi, ada juga modifikasi maka, yaitu bergabung dengan –nya dan bergabung dengan dari itu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, Hasan et al. 2000. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Edisi Ke-3. Jakarta: Balai Pustaka.

Alwi, Hasan (Peny.). 2001. Bahan Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat. Pusat Bahasa, Depdiknas.

Kridalaksana, Harimurti et al. 1985. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Lumintaintang, Yayah B. Mugnisjah. 1997. “Ketidakcermatan Pemakaian Kata Tugas Cermin Ketidakapikan Penalaran Berbahasa Indonesia”. Dalam Jurnal Bahasa dan Sastra.

Lumintaintang, Yayah B. Mugnisjah. 1997. “Bahan Seminar Sehari dalam Rangka Bulan Bahasa MGMP SMU 13”. Jakarta, 22 November 1997.

Mutiara, Putri Minerva. 1993. Sejarah Melayu. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Poerwadarminta, W.J.S. 1982.Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Soenardji. 1988. “Sudut Pandangan Pendidikan tentang Preposisi dan Konjungsi dalam Pembahasan Tata Bahasa Indonesia Baku”. Dalam Seminar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Jakarta Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Edisi Ke-3, Cetakan Ke-3. Jakarta: Balai Pustaka.

Published

2021-06-30

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 100 times