Transformasi Cerita Rakyat Anjani, Mandalika, dan Cilinaya dalam Kumpulan Puisi Anjing Gunung Karya Irma Agryanti

Authors

  • Ilham Rabbani Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.26499/mab.v15i1.441

Keywords:

cerita rakyat, Sasak, Anjing Gunung, Irma Agryanti, intertekstual

Abstract

Makalah ini berusaha menyelisik transformasi cerita rakyat suku Sasak seperti Dewi Anjani, Mandalika, dan Cilinaya oleh Irma Agryanti dalam kumpulan puisi Anjing Gunung. Teori intertekstual dijadikan pisau analisisnya. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif-deskriptif. Temuan dari makalah ini: pertama, dalam puisi “Anjani”, Agryanti menyisipkan sudut pandang pribadi dan empatinya ke dalam kisah “Dewi Anjani”, diwakili ungkapan berdiri sedekap pada bait terakhir puisi; kedua, dalam puisi “Mandalika”, selain menyisipkan sudut pandang pribadinya, Agryanti juga melakukan penyimpangan terhadap cerita “Mandalika”, dengan mengatakan bahwa Mandalika membawa kesedihan ketika menceburkan diri ke laut; dan ketiga, hanya terjadi penceritaan ulang terhadap cerita “Cilinaya”, sebab dari keseluruhan bait, Agryanti hanya menceritakan ulang fragmen pertengahan sampai akhir cerita “Cilinaya”. Pemanfaatan kembali ketiga cerita rakyat ke dalam puisi-puisi Agryanti dapat dimaknai sebagai upaya pengarang untuk menawarkan sosok teladan bagi pembaca, memberikan perspektif baru dan memperkaya tafsiran, serta mempertegas kembali eksistensi cerita rakyat di tengah-tengah masyarakat Sasak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agryanti, Irma. 2018. Anjing Gunung. Yogyakarta: Basabasi.

Bahri, Syaiful. 2019. “Mandalika, Lala Buntar, Dan La Hila: Perbandingan Cerita Rakyat Sasak, Samawa, Dan Mbojo.” Mabasan 3 (2):189–208.

Bogdan, Robert, and Steven J. Taylor,. 1992. Pengantar Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional.

Depdikbud. 1993. Bau Nyale Di Lombok. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, Dan Aplikasi. Yogyakarta: CAPS.

Faruk. 2017. Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hidayat, Arfi, and Imam Arsyad Arizal Putra. 2019. “Gempa Bumi Dan Mitos Dewi Anjani Pada Masyarakat Suku Sasak.” Durus 1 (1):1–17.

Ijtihad, Sahibul. 2012. “Telaah Nilai-Nilai Kemanusiaan Dalam Budaya Seni Pertunjukan Teatrikal Legenda Putri Mandalika Di Pulau Lombok.” Universitas Muhammadiyah Malang.

Jabrohim. 2017. “Dari ‘Diaspora Sastra’ Sampai Tema Kemanusiaan Di Dalam Antologi Puis.” in Konferensi Internasional Kesusastraan 2017. Bengkulu.

Kurniawan, Agus. 2019. “Mengenal Ritual Sakral Umat Hindu Di Rinjani.” Detik.Com.

Mahayana, Maman S. 2016. “Peta Sastra Indonesia Mutakhir.” in Seminar Nasional Kesusastraan Indonesia Mutakhir, edited by T. Widyastuti, E. Latifah, and D. Ratna. Depok: HISKI Komisariat Universitas Indonesia.

Muslim, Bukhori. 2019. “Persepsi Masyarakat Suku Sasak Terhadap Gempa Bumi Lombok Dengan Mitos Dewi Anjani.” in Nahdlatul Wathan International Conference on Education, Culture, and Religious Movement. Lombok.

Pradopo, Rachmat Djoko. 2014. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rabbani, Ilham. 2019. “Merespons Fenomena Dengan Puisi.” Kabar UAD, 24–25.

Ratmaja, Lalu. 2011. Budaya Sasak. Lombok Timur: CV. Gumi Sasak.

Ratna, Nyoman Kutha. 2015. Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Raudloh, Siti. 2017. Cerita Rakyat Legenda Dewi Anjani: Penguasa Gunung Rinjani. Mataram: Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat.

Shubhi, Muhammad. 2012. “Analisis Struktural Cerita Cilinaye: Upaya Menangkap Kearifan Lokal Masyarakat Sasak.” Mabasan 6 (2):69–83.

Sulistyo, Kiki. 2019. “Menjaga Yang Pernah Ada, Dan Kini Tak Ada.” Basabasi.Co.

Taum, Yoseph Yapi. 2011. Studi Sastra Lisan. Yogyakarta: Penerbit Lamalera.

Teeuw, Andreas. 1980. Tergantung Pada Kata. Jakarta: Pustaka Jaya.

Teeuw, Andreas. 2015. Sastra Dan Ilmu Sastra. Bandung: Pustaka Jaya.

Published

2021-06-30

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 191 times