SATUAN LINGUAL {ka} DALAM BAHASA SUMBAWA DIALEK JEREWEH

Authors

  • Burhanuddin Burhanuddin Universitas Mataram
  • Mahsun Mahsun Universitas Mataram
  • Sukri Sukri Universitas Mataram
  • Mahyuni Mahyuni Universitas Mataram
  • Saharuddin Saharuddin

DOI:

https://doi.org/10.26499/mab.v14i2.417

Keywords:

lingual, afiks, penanda aspek, penunjuk, suku kata.

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan status satuan lingual {ka-} dalam bahasa Sumbawa Dialek Jereweh. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan introspeksi (karena penulis penutur dan menguasai bahasa Sumbawa) dengan menghadirkan keseluruhan konteks pemakaian satuan {ka-}, sedangkan data dianalisis menggunakan metode padan intralingual. Hasil analisis data menunjukkan empat status satuan {ka-} dalam bahasa Sumbawa. Pertama,  berstatus sebagai morfem terikat (afiks), misalnya pada kangering ‘kedinginan’, kandatang ‘kedatangan’, kanepat ‘kesiangan’. Kedua, berstatus sebagai penunjuk penanda aspek bermakna ‘telah’, biasanya mendahului verba yang mengisi fungsi predikat dalam konstruksi sintaksis, misalnya dalam kontruksi ka datang ‘telah datang’, ka lalo ‘telah pergi’, ka mate ‘telah meninggal’, dan sebagainya. Ketiga, berstatus sebagai penunjuk ‘ini’, misalnya pada ka nya ‘ini dia’, kabeka ka ‘kenapa ini’, apa ka ‘apa ini’, dan sebagainya. Keempat, bukan sebagai satuan apapun karena merupakan bagian (suku kata) dari unsur morfem dasar, misalnya kamomang ‘terapung’, kameler ‘terbawa arus air’, kamantul ‘tersandung’, dan sebagainya, karena masing-masing tidak ditemukan bentuk *momang, *meler, dan *mantul dalam bahasa Sumbawa Dialek Jereweh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adler, Patricia A dan Adler, Peter. 2009. Teknik-Teknik Observasi. Dalam Norman K. Denzim dan Yvonnas S. Lincoln (ed.). Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Chaer, Abdul (2003) Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Fontana, Andrea dan Frey James H. 2009. Wawancara Seni Ilmu Pengetahuan. Dalam Norman K. Denzim dan Yvonnas S. Lincoln ed. Handbook of Qualitatif Research.. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lewis, M. Paul dkk, ed. 2015. Ethnologue: Languages of the world. 17th edition. Dallas, Texas: Summer Institute of Linguistics, Inc.

Lyon, Jhon. 1968. Introduction to Theoretical Linguistics. New York, Melbourne: Cambridge University Press

Mahsun. 1994. Geografi Dialek Bahasa Sumbawa. Disertasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Mahsun. 1996. Dialektologi Diakronis: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Mahsun. 1996. Distribusi Dialek Bahasa Sumbawa. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Muhajir. 1992. Morfologi Dialek Jakarta. Jakarta: Jembatan.

Ramlan, 1978. Morfologi : Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV. Karyono.

Seken, dkk (1990). Morfologi Bahasa Sumbawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sudaryanto, 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistis. Seri ILDEP. Yogyakarta.: Duta Wacana Press.

Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Sumarsono, dkk (1986). Morfologi dan Sintaksis Bahasa Sumbawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Verhaar, J.W.M. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Published

2020-12-14

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 165 times