EJAAN BAHASA SASAK

Authors

  • Lalu Erwan Husnan Kantor Bahasa NTB

DOI:

https://doi.org/10.26499/mab.v6i2.227

Keywords:

Bentuk dan Fungsi fatis, bahasa Sasak, dialek ngeno ngene, Desa Bagik Papan

Abstract

Bahasa Sasak merupakan salah satu bahasa dengan penutur paling banyak di Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahasa Sasak digunakan oleh etnis Sasak sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa ini masuk dalam kelompok bahasa Bali-Sasak-Sumbawa. Kajian standardisasi bahasa Sasak termasuk ejaannya menggunakan pertimbangan linguistik dan sosiolinguistik. Hasilnya, dialek aəmemiliki peluang untuk dijadikan ejaan standar. Selain menggunakan pertimbangan linguistik dan sosiolinguistik, dialek ini juga memiliki penutur paling banyak dibandingkan dengan dialek yang lain. Pemilihan ini didasarkan pada beberapa prinsip, yaitu prinsip kehematan,kejelasan, semangat persatuan, dan integritas sosial. Di lain pihak, unsur-unsur dari dialek lainnya diambil untuk kepentingan standardisasi dan pembelajaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Mahsun, 2006. Kajian Dialektologi Diakronis Bahasa Sasak di Pulau Lombok. Yogyakarta: Gama Media

Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Yayasan Abdi Insani. 2005. ‘Standardisasi Ejaan dan Tata Bahasa Sasak.’

Ahmad Sirulhaq, dkk., 2009. ‘Kajian Standardisasi Dialek Bahasa Sasak’. Laporan Penelitian: Kantor Bahasa Provinsi NTB

Mahsun, 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Rajawali Press

Sudaryanto, 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Data. Yogyakarta: Duta Wacana University Press

Mahsun, 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Rajawali Press

Sudaryanto, 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Data. Yogyakarta: Duta Wacana University Press

Published

2019-02-18

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 50 times