Nilai-Nilai Budaya Sasak Kemidi Rudat Lombok: Perspektif Hermeneutika

Authors

  • NFN Murahim Kantor Bahasa NTB

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v5i2.211

Keywords:

sesenggak, nilai budaya, hakikat karya

Abstract

 Penelitian ini merumuskan masalah nilai-nilai budaya yang diekspresikan melalui pementasan Kemidi Rudat Lombok yang meliputi (1) nilai-nilai religius yang diekspresikan melalui pementasan Kemidi Rudat Lombok, (2) nilai-nilai filosofis yang diekspresikan melalui pementasan Kemidi Rudat Lombok, (3) nilai-nilai etis yang diekspresikan melalui pementasan Kemidi Rudat Lombok, dan (4) nilai-nilai estetis yang diekspresikan melalui pementasan Kemidi Rudat Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya Sasak dalam seni teater tradisional Kemidi Rudat Lombok. Nilai-nilai budaya yang dimaksud adalah (1) nilai religius; (2) nilai filosofis,; (3) nilai etis; dan (4) nilai estetis. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika, yaitu penafsiran secara mendalam terhadap sebuah fenomena budaya. Pendekatan ini memiliki kaidah: (1) dibutuhkan keterlibatan dan atau partisipasi; (2) setiap usaha penafsiran, tidak bisa dihindari adanya akibat ikutan dari partisipasi dan latar belakang penafsir; (3) upaya penafsiran harus dilihat sebagai proses pendekatan kepada makna sejati; (4) walaupun ada wilayah perbedaan karena partisipasi dan latar belakang penafsir, niscaya ada pula wilayah yang mempertemukan antarpenafsir, pemahaman bersama terhadap suatu masalah. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa Kemidi Rudat terdiri dari dua bagian penting, yaitu bagian rudat sebagai bagian pembuka dan kemidi sebagai bagian inti yang merupakan bagian pementasan yang menyajikan cerita tentang perjalanan dua kerajaan, yaitu kerajaan Ginter Baya dengan Raja Indra Bumaya sebagai rajanya dan kerajaan Puspasari dengan Sultan Ahmad Mansyur sebagai rajanya. Cerita tersebut diberi judul ”Prahara di Ginter Baya”. Nilai-nilai budaya yang berupa nilai religius, filosofis, etis, dan estetis ditemukan dalam dialog-dialog antartokoh, perilaku tokoh, dan sikap tubuh para pemain. Semua nilai budaya yang ditemukan dihubungkan dengan sistem nilai dasar dalam masyarakat Sasak, hukum adat dan kitab tembang suluk berbahasa Sasak ”Tapel Adam” yang banyak berisi nilai-nilai kebijaksanaan hidup manusia Sasak. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus Fathurrahman, H. Lalu. 2007. Menuju Masa Depan Peradaban. Refleksi Budaya Etnik di NTB. Yogyakarta: Genta Press.

Agus Fathurrahman, H. Lalu. 2009. Lombok Style.Kumpulan Tulisan Kebudayaan Sasak. Belum diterbitkan.

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 1998. Teks dalam Konteks Seni: Seni dalam Kajian Antropologi Budaya. Dalam SENI: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, vol. VI:01 Mei 1998. Yogyakarta: BP ISI

Ahyar Fadly, M. 2008. Islam Lokal. Akulturasi Islam di Bumi Sasak. Bagu-Lombok Tengah: STAIIQ Press.

Al-Jazairi, Abu Bakar. 2001. Pemurnian Akidah. Terjemahan Sahid HM. Jakarta: Pustaka Amani.

Amir, Hazim. 1986. Nilai-Nilai Etis dalam Wayang dan Pendidikan Watak Guru. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP Malang.

Amirin, Tatang M. 1986. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Rajawali

Arifin, M.Si., Dr. Olah Akal Budi. Dasar-Dasar Logika dan Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Penerbit Lilin.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineka Cipta

Astiyanto, Heniy. 2006. Filsafat Jawa. Menggali Butir-Butir Kearifan Lokal. Yogyakarta: Warta Pustaka.

Badrun, A. M.,dkk. 2004. Garis Tepi Masyarakat NTB. Membongkar Nalar Sosial, Budaya dan Pembangunan di NTB. Mataram: InSKRIP NTB.

Bagus, Lorens. 2002. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia.

Bakker S.J., J.M.W.. 1984. Filsafat Kebudayaan: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius.

Bandem, I Made. 1988. Teater Daerah di Indonesia. Yogyakarta: Fajar Pustaka.

Bartholomew, John Ryan. 2001. Alif Lam Mim. Kearifan Masyarakat Sasak. Yogyakarta: PT Tiara Wacana.

Budi Santoso, Iman. 2008. Mutiara Kearifan Nusantara. Yogyakarta: Penerbit Riak.

Budiwanti, Erni. 2000. Islam Sasak. Yogyakarta: Lkis dan Yayasan Adi Karya dan Ford Foundation.

Christomy, T & Untung Yuwono. 2004. Semiotika Budaya. Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia.

Dananjaya, James.1983. Fungsi Teater Rakyat Bagi Bangsa Indonesia. Dalam Seni dalam Masyarakat Indonesia, Edy Sedyawati dan Sapardi Djoko Damono ed. Jakarta: Gramedia.

Dharsono (Sony Kartika). 2007. Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.

Dibia, I Wayan. 1993. Seni Pertunjukan dan Sumbangannya dalam Pembinaan Kepribadian Bangsa. Dalam Kebudayaan dan Kepribadian Bangsa. Tjok Rai Sudharta et al. Denpasar: Upada Sastra.

Djelantik, A.A.M. 2001. Estetika, Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Eaton, Marcia Muelder. 2010. Persoalan-Persoalan Dasar Estetika. Jakarta: Salemba Humanika.

Fithrorozi. 2008. Mengenal Seni Rudat, (Online), (http://www.rumahdunia.net/ wmview.php?ArtID=1191), diakses tanggal 20 Desember 2010.

Frondizi, Risteri. 1963. Pengantar Filsafat Nilai. Terjemahan Cut Ananta Wijaya. 2001. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gadamer, Hans Georg. 2004. Kebenaran dan Metode. Pengantar Filsafat Hermeneutika. Diterjemahkan oleh Ahmad Saidah. 1975. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Geertz, Clifford. 1992. Tafsir Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Gie, The Liang. 1978. Garis Besar Filsafat. Yogyakarta: Super Sukses.

Gie, The Liang. 1983. Garis Besar Estetika. Yogyakarta: super Sukses.

Hamid, Abdul Wahid. 2001. Islam Cara Hidup Alamiah. Yogyakarta: Lazuardi.

Haq, M. Zaairul. 2009. Tasawwuf Semar hingga Bagong. Simbol, Makna, dan Ajaran Makrifat dalam Panakawan. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Jauhari, Heri. 2010. Cara Memahami Nilai Religius dalam Karya Sastra. Bandung: Arfino Raya.

Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kayam, Umar. 1981. Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan.

Kayam, Umar. 2000. Kelir Tanpa Batas (Faruk, Ed.). Jakarta: Perpustakaan Utan Kayu.

Koentjaraningrat. 1985. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.

Koentjaraningrat. 1985. Persepsi Masyarakat terhadap Kebudayaan Nasional. Persepsi Masyarakat terhadap Kebudayaan. Jakarta: Gramedia.

Koentjaraningrat. 1997. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Kuntowijoyo. 2006. Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Madjid, N. 2000. Masyarakat Religius. Jakarta: Paramadina.

Magnis Suseno, Franz. 1992. Filsafat sebagai Ilmu Kritis. Yogyakarta: Kanisius.

Maryaeni, M.Pd. Dr. 2005. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara.

Moleong, M.A, Prof. DR. Lexi J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Mudjia Raharjo, Prof. Dr. H. 2008. Dasar-Dasar Hermeneutika. Antara Intensionalisme & Gadamerian. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Group.

Muzir, Inyiak Ridwan. 2010. Hermeneutika Filosofis Hans-Georg Gadamer. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Group.

Nasr, S.H. 1993. Spiritualitas dan Seni Islam. (Terjemahan Rahmani Astuti). Bandung: Penerbit Mizan.

Palmer, Richard. E. 1969. Hermeneuties. Evantson: Northwestern University Press.

Poespoprodjo. 2004. Hermeneutika. Bandung: Pustaka Setia.

Qayyim al-Jauziyah, Ibnu. 2000. Etika Kesucian. Wacana Penyucian Jiwa Entitas Sikap Hidup Muslim. Surabaya: Risalah Gusti.

Qoyyim, Ibnu. 2000. Pendefinisian Kembali Tradisi dan Identitas Etnik. Orang Sasak dan Kemidi Rudat. Jakarta: LIPI.

Sachari, Agus. 1989. Estetika terapan. Spirit- Spirit yang Mendekam. Bandung: Nova.

Salad, Hamdi. 2000. Agama Seni. Refleksi Teologis dalam Ruang Estetik. Yogyakarta: CV. Adipura

Saryono, Djoko. 2002. Hermeneutika Sebagai Piranti Analisis Dimensi Nilai Budaya (dari) Karya Sastra. Belum diterbitkan.

Saryono, Djoko.1987. Representasi Nilai Budaya Jawa dalam Prosa Fiksi Indonesia. Disertasi tidak diterbitkan. IKIP Malang.

Satoto, Sudiro. 1994. Teater Sebagai Sistem Tanda. Sebuah Pengantar. Jakarta: Grasindo.

Saukah, Ali, dkk. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (edisi kelima). Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang.

Schwartz, S. H. & Bilsky, W. (1987).Toward a Universal Psychological Structure of Human Values.Journal of Personality and Social Psychology, 53, 550-562.

Sedyawati, Edi. 1981. Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.

Sedyawati, Edi. 2010. Budaya Indonesia. Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Sikki, Muhammad. 1991. Nilai-Nilai Budaya dalam Sastra Daerah Sulawesi Selatan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Depdikbud, Jakarta.

Siradz, Umar,dkk. 1995/1996. Wujud, Arti dan Fungsi Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli Bagi Masyarakat Pendukungnya di Daerah NTB: Sumbangan Kebudayaan Daerah Terhadap Kebudayaan Nasional. Mataram: Depdikbud Provinsi NTB.

Soedarsono, R.M. 1999. Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Yogyakarta: arti.line.

Soekanto, Soerjono. 2008. Hukum Adat Indonesia. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Soemanto, Bakdi. 2001. Jagat Teater. Yogyakarta: Media Pressindo.

Sudirga, I Komang. 2005. Cakepung: Ansambel Vokal Bali. Yogyakarta: Kalika Press.

Sugiyono, Prof. Dr. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: cv. Alfabeta

Sumaryono, E. 1999. Hermeneutika: Sebuah Metode Fisafat. Yogyakarta: Kanisius.

Suparman, L.Gde.,dkk. 1996/1997. Pengungkapan Nilai Budaya Naskah Kuno Kotaragama. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI

Sutrisno, Mudji & Hendar Putranto, ed. 2005. Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius

Taufik, 2008. Sejarah Kesenian Rudat, (Online), (taufik.blogspot.com/rudat/), diakses tanggal 20 Desember 2010.

Titscher, Stefan,dkk. 2009. Metode Analisis Teks & Wacana. Prof. Dr. Abdul Syukur Ibrahim (ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tolomundu, Farid & Moh. Yamin. 2008. Besiru! Revitalisasi Banjar di Lombok. Mataram: Nala Cipta Litera.

W.M, Abdul Hadi. 2004. Hermeneutika, Estetika, dan Religiusitas. Esai-esai Sastra Sufistik dan Seni Rupa. Yogyakarta: Mahatari.

Widianto, Bambang & Pirous. 2009. Perspektif Budaya. Kumpulan Tulisan Koentjaraningrat Memorial Lectures I-V/2004-2008. Jakarta: PT. RajaGrafindo Perkasa.

Wiwien, Widyawati R. 2010. Etika Jawa. Menggali Kebijaksanaan dan Keutamaan Hidup Lahir Bathin. Yogyakarta: Pura Pustaka.

Vos, H. de. 1987. Pengantar Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Zakaria, Fath. 1998. Mozaik Budaya Orang Mataram. Mataram: Yayasan Sumurmas Al-Hamidy.

Published

2019-02-14

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 1532 times