Hakikat Karya Masyarakat Sasak yang Tercermin dalam Sesenggak

Authors

  • Muhammad Shubhi Kantor Bahasa NTB

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v5i2.210

Keywords:

strategi, fungsi, wacana pendekatan sejarah, Babad Lombok

Abstract

Sesenggak merupakan salah satu dari sekian banyak sastra lisan yang dimiliki oleh suku Sasak. Dalam sesenggak banyak terdapat perbandingan, perumpamaan, nasihat, perinsip hidup atau aturan tingkah laku. Dengan demikian sesenggak menjadi bentuk simbolis yang dimiliki oleh masyarakat Sasak. Sebagai bentuk simbolis, sesenggak dapat dijadikan sebagai cermin untuk mengetahui nilai budaya yang dimiliki masyarakat pemiliknya, dalam hal ini suku Sasak. Nilai budaya yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah nilai budaya masyarakat Sasak yang berhubungan dengan hakikat karya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alaini, Nining Nur, dkk. 2009. “Nilai Budaya Etnis Sasak di Pulau Lombok yang Tercermin dalam Folklor Lisannya”.

Azhar, Lalu Muhamad. 1996. Reramputan Bahasa Sasak. Mataram: Aksara Sasak

Eddy, Nyoman Tusthi. 1991. Kamus Istilah Sastra Indonesia. Ende: Nusa Indah.

Syarifuddin. 2009. Nilai Waktu dalam Ungkapan Tradisional Bugis di Lombok. Mabasan 3 (1).

Koentjaraningrat. 2005. Pengantar Antropologi I. Jakarta: Rineka Cipta.

Kuntowijoyo. 2006. Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Tim Redaksi. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Tim Redaksi. 2008. Kamus Sasak-Indonesia. Mataram: Kantor Bahasa Provinsi NTB.

Published

2019-02-14

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 1470 times