KONTAK BAHASA ANTARA MASYARAKAT TUTUR BAHASA BAJO DAN MBOJO DI KABUPATEN BIMA DAN DOMPU

Authors

  • Lalu Erwan Husnan Kantor Bahasa Provinsi NTB

DOI:

https://doi.org/10.26499/mab.v2i1.123

Keywords:

interaksi, adaptasi sosial, adaptasi bahasa

Abstract

Kontak bahasa antara masyarakat tutur bahasa Bajo dan masyarakat tutur bahasa Mbojo di Kabupaten Bima dan Dompu dilakukan karena alasan yang berbeda-beda. Kontak bahasa mengakibatkan terjadinya adopsi ciri-ciri kebahasaan, adaptasi linguistik, mitra kontak dalam bentuk serapan bahasa. Serapan bahasa terjadi pada tataran fonologi, leksikon, dan morfologi. Wujud adaptasi dalam bentuk serapan dilakukan dengan cara mengikuti sistem bahasa mitra kontak. Penutur bahasa Bajo melakukan serapan sebagai wujud adaptasi sosial mereka, berbeda dengan penutur bahasa Mbojo yang melakukan serapan sebagai wujud solidaritas mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Burhanuddin, dkk., 2005. ‘Kontak Bahasa Antara Bahasa Sumbawa di Lombok dengan Bahasa Sasak’. Laporan Penelitian Kelompok: Kantor Bahasa NTB.

Candrawati, dkk., 1997. Struktur Bahasa Bajo. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Jakarta.

Dempwolff, Otto.1938. Austronesisches Wörterverzeichnis. Dietrich Reiner (Andrews & Steiner) Berlin Hamburg: Friederichsen, De Gruyter & Co.

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi 3, cet. 4. Balai Pustaka.

Hapip, Abdul Djebar, dkk.1979. Bahasa Bajau. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Husnan, L.Erwan, 2003. ‘Codeswithcing in Bajo Language: a Case Study in Maringkik Island East Lombok’. Skripsi S1 FKIP Universitas Mataram.

Hymes, Dell, 1979. Foundation in Sociolinguistics: an Ethnographic Approach. USA: The University of Pennysylvania Inc.

Ismail, Mansyur, dkk. 1985. Kamus Bima-Indonesia. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Kadir, Mohd. Daud, dkk., 1986. Dialek Bahasa Orang laut. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Kasman, 2006. ‘Distribusi dan Pemetaan Bahasa Bajo di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat; Suatu Kajian Dialektologi’. Laporan Penelitian Kantor Bahasa NTB.

Mahsun, 1995. Dialektologi Diakronis: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

______, 2005. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Rajagrafindo Peresada.

______, 2006. Kajian Dialektologi Diakronis bahasa Mbojo di Bima dan Dompu. Yogyakarta: Gama Media.

______, 2006. Bahasa dan Relasi Sosial: Telaah Kesepadanan Adaptasi Linguistik dengan Adaptasi Sosial. Yogyakarta: Gama Media.

Ranabrata, Utjen Djusen. 1991. Refleks Fonem Proto-Austronesia Bahasa Sunda. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Syarifuddin, 2006. ‘Distribusi dan Pemetaan Varian-varian Bahasa Bajo di Kabupaten Bima dan Dompu’. Laporan Penelitian: Kantor Bahasa NTB.

Tarigan, Henry Guntur. 1985. Pengajaran Morfologi. Angkasa Pura: Bandung.

Yudiastini, Ni Made, 2006. ’Distribusi dan Pemetaan Varian Bahasa Bajo di Pulau Lombok’. Laporan Penelitian: Kantor Bahasa NTB.

Published

2019-01-17

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 90 times